AC Milan menang secara menegangkan atas Lazio untuk jaga catatan tidak terkalahkannya di Liga Italia. Di bawah ini data dan bukti dari pertandingan Milan versus Lazio.
Pertandingan Milan versus Lazio di San Siro memeriahkan minggu ke-14 Liga Italia, Kamis (24/12/2020) pagi hari WIB. Tuan-rumah mengawali pertandingan secara baik habis unggul 2 gol di 17 menit pertama.

Ante Rebic buka keunggulan Milan di menit kesepuluh. Eksekusi penalti Hakan Calhanoglu tujuh menit selanjutnya bawa Milan pimpin 2-0.

Tetapi, Lazio bangun melalui beberapa gol dari Luis Alberto dan Ciro Immobile untuk bikin score jadi seimbang. Theo Hernandez selanjutnya jadi penentu kemenangan Milan karena golnya di periode injury time.

Dengan kemenangan ini, Milan menjaga tempatnya di pucuk klassemen Liga Italia. Rossoneri kumpulkan 34 point dari 14 laga, unggul satu angka atas Inter Milan yang berada di posisi ke-2 .

Pencapaian angka Milan itu banyaknya telah 2x lipat bila dibanding dengan titik yang serupa pada musim kemarin. Melalui beberapa gol ke gawang Lazio, team instruksi Stefano Pioli itu jaga keproduktifannya yang tinggi.

Baca juga : Gary Neville: Arsenal Telah Menjemukan

Baca data dan bukti dari pertandingan Milan versus Lazio berikut ini seperti dikumpulkan oleh Opta:

– AC Milan telah kumpulkan 34 point dalam 14 laga Serie A selama ini, atau 2x lipat dari jumlah point yang mereka capai di titik yang serupa musim kemarin (17 point dalam 14 pertandingan).

– Sesudah kalah 0-3 pada Juli lalu, AC Milan memenangkan dua pertandingan Seri A berturut-turut menantang Lazio untuk pertamanya kali semenjak 2009.

– AC Milan ialah team ke-2 dalam riwayat 5 liga hebat eropa yang cetak 2+ gol dalam 15 pertandingan berturut-turut atau bisa lebih dalam setahun kalender (sesudah Barcelona, 18 pada 1948).

– AC Milan raih 2,26 point per pertandingan di Serie A pada 2020. Itu ialah rasio terhebat ke-2 Milan di zaman tiga point dalam setahun kalender sesudah 2004 (2,35).

– Sesudah kekalahan Juventus tempo hari, AC Milan ialah salah satu team yang belum terkalahkan di 5 liga hebat Eropa pada 2020/2021.

– Cuman Crotone (17) yang kecolongan semakin banyak gol di set pertama di Serie A dibanding Lazio (15) musim ini.

– Hakan Calhanoglu dan Anter Rebic cetak gol pertama mereka di Serie A semenjak Juli.

– Hakan Calhanoglu ialah pemain AC Milan pertama yang membuat assist dalam 4x performa berturut-turut di Serie A semenjak Opta mulai kumpulkan data (2004/2005).

– Luis Alberto, untuk pertamanya kali semenjak April 2018, cetak gol dalam 2x performanya di Serie A.

– Ciro Immobile telah terjebak dalam 10 gol dalam delapan performa terakhir kalinya di Serie A (8 gol, 2 assist).

Baca juga : Trending Pemain Bola Tenteng Hp di tengah Pertandingan Liga Spanyol

 

Unggul terlebih dahulu, AS Roma malahan kalah mutlak 1-4 pada tangan Atalanta. Paulo Fonseca

menyebutkan teamnya bermain seperti beberapa anak di set ke-2 .

AS Roma membuat start bagus saat berkunjung ke Gewiss Fase, Senin (21/12/2020) pagi hari WIB

pada kelanjutan Liga Italia. Edin Dzeko telah bawa Roma pimpin pada menit ke-3 .

Roma memimpin set pertama, tetapi tidak berhasil memperoleh gol tambahan.

Masa 45 menit ini habis 1-0. Tetapi laga masihlah jauh dari kata usai.

Baca juga : Kings Tidak Cemas di tengah Kebimbangan Fans

Atalanta tampil trengginas semenjak masuknya Josip Ilicic setelah penggantian set. Dia memahat assist

untuk Duvan Zapata dan Robin Gosens, lalu cetak gol melalui solo run di menit ke-85 pas sesudah gol Luis Muriel.

Pelatih Roma Paulo Fonseca memandang beberapa pemainnya kalah psikis di set ke-2 .

“Saya tidak ingin mencari alibi. Team bermain dengan intensif bagus di set pertama, tetapi set ke-2 kami benar-benar kekanakan,

itu ibarat beberapa pria hadapi bocah-bocah,” bebernya ke Sky Sport Italia diambil Football Italia.

“Team teregangkan, tidak agresif, dan itu fatal menantang team seperti Atalanta. Itu bukan masalah fisik, itu ialah psikis, masalah sikap.”

“Kami bermain baik sepanjang 25 menit, lalu mengganti sikap seutuhnya. Itu tidak dapat berlangsung,” tambah Pelatih AS Roma Paulo Fonseca.

Baca juga : Shin Tae-yong Panggil 36 Pemain untuk SEA Games 2021

 

Inter Milan dipesan tidak kelamaan berduka habis tersisih dari Liga Champions. Karena, Nerazzurri bisa raih gelar di persaingan lokal.
Inter mendapatkan hasil yang buruk sekali di Liga Champions musim ini. Walau dengan status runner-up Serie A dan Liga Europa musim kemarin, Inter malahan masuk kotak lebih dulu.

Benar-benar hasilnya sama dengan dua musim paling akhir, tetapi kesempatan ini semakin menyakitkan sebab Inter jadi juru kunci. Tidak pernah Inter alami prestasi seburuk ini di Liga Champions.

Hasil 0-0 melawan Shakhtar Donetsk membuat Inter hanya kumpulkan enam point. Inter kembali lagi tidak berhasil untuk berbicara banyak di Eropa dan ini pasti tidak sesuai dengan dana 300 juta euro yang telah dihabiskan dua musim paling akhir.

Baca juga : Susy Susanti Ngomong Ini masalah ‘Typo’ Namanya di Film Susi

Kekesalan itu ditakuti akan berpengaruh pada performa Inter Milan di Serie A. Karena sekarang ini Inter masih membidik Scudetto dan Coppa Italia.

Nah, oleh karena itu Samir Handanovic sebagai kapten team minta beberapa rekannya untuk segera bangun untuk merealisasikan gelar ganda di gelaran lokal. Karena itu menjadi salah satu langkah selamatkan musim Inter.

“Tidak ada waktu untuk sedih dan berduka,” tutur Handanovic seperti diambil AFP.

“Kami harus konsentrasi ke liga dan Coppa Italia,” tambahnya.

Inter Milan masih ada di urutan ke-2 klassemen Serie A, beda lima point dari AC Milan di pucuk. Akhir minggu ini, Inter bertandang ke Saint Ellia hadapi Cagliari.

Baca juga : PSG Vs Istanbul Basaksehir Diundur Gara-gara Wasit Rasis

Sesudah perkuat Chelsea, Cesc Fabregas mengutarakan dianya pernah dipepet AC Milan. Seandainya saja Fabregas mengenakan seragam Rossoneri, tentu lebih menganakemaskan Zlatan Ibrahimovic.
Cesc Fabregas perkuat Chelsea dari tahun 2015 sampai 2019. Bekas pemain Arsenal itu cukup berhasil sepanjang bela The Blues.
Fabregas mencatat 198 performa di semua persaingan, dengan torehan 22 gol dan 57 assist. Dua gelar juara Liga Inggris, sekali Piala FA, dan sekali Piala Liga Europa dicapainya.
Tahun 2019, AS Monaco menimang-nimang Cesc Fabregas dengan harga 9 juta euro atau sama dengan Rp 154 miliar dan dikontrak sampai tahun 2022. Sayang, penjelajahan Fabregas di AS Monaco tidak mulus-mulus sangat yang pada musim pertama kalinya hanya dapat finish di rangking ke-9.
Faabregas musim ini baru bermain 10 kali di Liga Prancis dan hanya 5 kali jadi starter. Factor umur, yang sekarang telah berusia 33 tahun membuat Fabregas di rasa akan telah habis.
Cesc Fabregas mengutarakan, jika dianya sempat dipepet oleh dua club besar Italia saat sebelum tergabung ke AS Monaco. Ke-2 club itu ialah Napoli dan AC Milan.
“Saya sempat dipepet klub-klub, seperti Napoli dan AC Milan. Saya juga bicara dengan CEO AC Milan, Ivan Gazidis tetapi pada akhirnya saya lebih pilih ke AS Monaco,” kata Fabregas seperti dikutip dari Tuttosport.

AC Milan sendiri musim ini sedang bagus-bagusnya

Rossoneri sesaat menempati posisi teratas Klasemen Liga Italia dengan 26 point, beda lima point dari Inter Milan di rangking ke-2 .
Baiknya perform AC Milan tidak terlepas dari pemain anyarnya. Penyerang tua, Zlatan Ibrahimovic.
Dibawa AC Milan secara gratis di Januari tempo hari, Ibrahimovic berhasil cetak 10 gol dari 18 laga di beberapa akhir musim 2019/2020.
Saat ini, Ibrahimovic semakin ‘meledak’. 10 Gol telah dibuatnya dari 6 laga!
Karena itu seandainya saja Cesc Fabregas pilih AC Milan saat itu, karena itu sekarang pencinta sepakbola akan disajikan laganya di baris serang bersama Zlatan Ibrahimovic.
Ke-2 nya sudah ada di babak umur senja, tetapi masalah kualitas jangan ditanyakan. Fabregas ialah raja umpan, sedang Ibrahimovic ialah singa di muka gawang.
Gol-golnya Ibrahimovic kemungkinan akan lebih banyak, AC Milan kemungkinan bisa saja lebih kuat.

Derby della Mole di antara Juventus vs Torino tersaji akhir pekan ini. Andrea Pirlo akan mencobanya dalam status yang lain di Juventus.
Tanding di antara Juventus vs Torino dalam kelanjutan Liga Italia tersaji di Allianz Arena, Minggu (6/12/2020) pagi hari WIB. Ke-2 team akan memburu kemenangan untuk jaga gengsi di kota Turin.

Pertandingan ini jadi pengalaman baru untuk Pirlo di Juventus. Sepanjang jadi pemain Juventus, ia ikut pada lima pertandingan menantang Torino. Keseluruhan ada empat kemenangan dan satu kekalahan.

Selaku pelatih, laga menantang Torino jadi ujian penting untuk Pirlo. Ditambah ia tidak dapat memberikan keyakinan di Juventus selaku juru strategi sesudah Sang Nyonya Tua ditahan seimbang 1-1 oleh Benevento pekan kemarin.

Baca juga : Penggemar MU Percaya Ini Peristiwa Bruno Fernandes Teriaki Ole

“Ini derby penting untuk dua barisan pendukung, terus mencekam. Benar-benar membahagiakan bermain, ada beberapa emosi yang terjebak,” kata Pirlo ke Juventus TV.

Pirlo pernah jadi pahlawan kemenangan Juventus atas Torino di pengujung laga November 2014. Ia melepaskan gol habis manfaatkan umpan Arturo Vidal.

“Saya cukup mujur menjadi sisi dari pertandingan ini seringkali, menang dan cetak gol penting,” Pirlo meneruskan.

“Saat ini, kami coba mengembalikan kemampuan dari permainan malam itu (Liga Champions). Kami menyiapkan psikis untuk pertandingan penting,” tambahnya di Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya

“Torino dibuat secara baik dan mempunyai pelatih yang baik sekali. Mereka mengekspresikan sepakbola pro aktif dengan pemain luar biasa di seluruh bidang,” Pirlo memperjelas.

 

Awalnya musim Liga Inggris ini, Manchester City kembali buruk. Hingga The Citizens terlontar dari kelas atas, karena itu salahkan saja Pep Guardiola.
Manchester City saat ini ada di rangking ke-13 Klassemen Liga Inggris sebentar. Dari 8 pertandingan, City baru menang 3x, seri 3x, dan kalah 2x hingga baru kumpulkan 12 point.

Manchester City kurang tajam di muka gawang. Mereka baru 10 kali membobol gawang musuh, dan 11 kali kecolongan.

Salah siapa Manchester City dapat sejelek ini?

“Jangan salahkan pemain. Ini kelirunya manager,” tutur Pep Guardiola seperti dikutip dari Mirror.

“Saya harus selekasnya mendapati jalan keluar dan triknya,” keras Guardiola.

 

 

Pep Guardiola mengutamakan, permasalahan khusus Manchester City ialah kesusahan cetak gol. Apa lagi, ke-2 penyerang mereka yaitu Sergio Aguero dan Gabriel Jesus sering terkena luka.

“Musim kemarin, kami ialah team yang cetak banyak gol, tetapi saat ini kami sedang kesusahan. Karena itu, kami harus cepat cari jalan keluar,” jelas Guardiola.

“Kami mempunyai cukup pemain untuk cetak gol dan kami akan melakukan,” sambungnya.

Di baris belakang, kehadiran beberapa pemain baru seperti Ruben Dias dan Nathan Ake sedikit menolong. City masih jadi team yang unggul kepenguasaan bola, tetapi hasil akhir ialah yang khusus.

Waktu hadapi Tottenham Hotspur misalkan pada Minggu (22/11) tempo hari. Manchester City unggul 67 % sebanding 33 % kepenguasaan bola, tetapi score akhir kalah 0-2.

“Ini baru awalnya musim dan saya percaya diri kami akan jalani musim yang bagus,” tutup Pep Guardiola.

 

Pelatih Juventus Andrea Pirlo memandang kesehatan Paulo Dybala lebih baik. Dia sekarang memeras otak untuk mainkan trio Dybala, Alvaro Morata, dan Cristiano Ronaldo.
Juventus akan hadapi Farencvaros di Allianz Stadium pada matchday ke-4 Group G Liga Champions, Rabu (25/11/2020) pagi hari WIB. Pirlo tidak tutup peluang untuk mainkan Dybala selaku starter di laga ini.

Dybala bukan jadi opsi khusus Bianconeri pada awal musim ini. Luka dan COVID-19 yang sempat dialami La Joya mengganggu performnya. Dia baru mengepak 1 gol dari 7 laga.

Tetapi sekarang, Pirlo menjelaskan jika keadaan kesehatan Dybala sekarang mulai lebih baik. Striker asal Argentina itu dalam siap tampil di laga melawan Ferencvaros.

“(Paulo) Dybala siap,” tutur Pirlo diambil dari Football Italia.

“Ia berasa baik dan sudah latihan dengan teratur. Ia bermain secara baik waktu menantang Cagliari, kita akan melihat bisa menjadi starter,” terangnya.

Membaiknya keadaan Dybala membuat Pirlo mulai memeras otak supaya bisa memaksimalkannya bermain bersama dengan Alvaro Morata dan Cristiano Ronaldo

Ke-3 striker itu belum pernah bermain bersama pada musim ini.

Ini muncul karena Pirlo lebih kerap bermain dengan skema dua striker. Morata dan Ronaldo jadi unggulan pelatih 41 tahun di baris depan Juventus.

“Sayang kami tidak pernah menjadikan satu mereka, mereka cuman latihan bersama sepanjang hari-hari. Kami sudah pikirkan jalan keluar untuk ini semenjak awalnya musim,” papar Pirlo menambah.

“Kami perlu mendapati susunan pada team dan memberikan kesetimbangan lebih dulu. Baru, selanjutnya, kami akan coba mendapati jalan keluar untuk bikin mereka bermain bersama.”

AS Roma dalam tatap muka awalnya seringkali mempersulit AC Milan. Serigala Ibu Kota bahkan juga seringkali membuat malu Il Diavolo di San Siro.
Laga hebat akan tersaji di pekan ke-5 Serie A waktu Milan melayani Roma. Tanding ke-2 team di San Siro ini akan tersaji, Selasa (27/10/2020) pagi hari WIB.

Di laga ini, Milan berkemauan meneruskan trend kemenangan mereka. Rossoneri sapu bersih 4 laga awalnya di Serie A dengan kemenangan serta sekarang duduk di pucuk klasemen dengan 12 point.

Pasukan Stefano Pioli benar-benar sedang dalam pergerakan menarik semenjak awalnya tahun ini. Mereka tidak terkalahkan dalam 21 laga paling akhir.

Walau demikian, hal itu tidak langsung membuat Milan akan gampang menaklukkan Roma. Perfoma Serigala Ibu Kota perlahan-lahan mulai naik sesudah memulai musim dengan tidak memberikan keyakinan.

Roma tidak terkalahkan di 4 laga paling akhir di semuanya gelaran. Team Ibu Kota Italia ini seringkali sanggup menyusahkan Milan dalam pertemuan-pertemuan awalnya.

Bila melihat dari 10 tanding paling akhir ke-2 team, Roma punyai catatan lebih baik dari Milan. Diambil dari Soccerway, Il Lupi meraih 5 kemenangan, 2 usai seimbang, sesaat 3 laga yang lain jadi punya Milan.

Roma seringkali sanggup membuat malu Il Diavolo di San Siro

Untuk tatap muka di Serie A 2017/2018, Roma sanggup menang 2-0 di kandang Milan karena gol dari Edin Dzeko serta Alessandro Florenzi.

Satu musim awalnya untuk musim 2016/2017, Milan bahkan juga pernah saat membuat malu 1-4 dari Roma di San Siro. Saat itu, gelontoran gol Roma dari brace Edin Dzeko, Stephan El Shaarawy serta Daniel De Rossi cuman sanggup dibalas sama Milan melalui torehan Mario Pasalic.

10 Tatap muka Paling akhir AC Milan Vs AS Roma

AC Milan 1 -satunya team di Liga Italia yang selama ini masih prima. Bagaimana kesempatan Rossoneri untuk meraih scudetto?

AC Milan berhasil menyikat Inter Milan 2-1 di laga Derby della Madonnina.

Di tanding yang berjalan di Giuseppe Meazza, Sabtu (17/10/2020) malam WIB, Zlatan Ibrahimovic memboyong gol Milan sebelumnya diperkecil Romelu Lukaku.

Kemenangan ini membuat Milan duduk di pucuk klasemen Liga Italia dengan 12 point. Team garapan stefano Pioli salah satu team yang terus menang selama ini.

Kekuatan untuk lawan scudetto juga dapat berlangsung serta Milan tidak tutup peluang jadi team yang akhiri supremasi Juventus.

Rossoneri akhir kali jadi jawara di Liga Italia di 2010/2011, yaitu saat diperkokoh Ibrahimovic.

Penyerang 39 tahun itu sekarang telah kembali pada Milan serta memberi dampak besar sekali.

Ibra bahkan juga sejauh musim ini jadi mesin pencetak gol Milan walau telah tidak muda lagi.

“Kami mencapainya pelan-pelan saja. Waktu saya datang, maksudnya ialah maju ke Eropa serta kami sukses.

Saya berpikir Scudetto ialah satu peluang, sebab bila Anda yakin, karena itu Anda dapat meraih apa saja. Tetapi, jalan yang perlu dilakukan masih panjang,” ke Sky Sport Italia.

Ibrahimovic berasa sekarang ini ia ialah pemain yang sangat lengkap. Pria asal Swedia itu inginkan partnernya terus memberi yang lebih untuk Milan.

“Saya berasa seperti pemain yang lebih lengkap saat ini dibanding 10 tahun lalu.

Bila saya mempunyai tingkat kesehatan yang saya lakukan 10 tahun kemarin, tidak ada yang akan hentikan saya,” Ibrahimovic mengutarakan.

“Saya berlatih keras, saya bermain dengan pengalaman serta rekanan team yang siap menolong.

Saya tidak dapat terima jika mereka melepaskan pedal gal dalam latihan atau dalam pertandingan. Kami selalu harus berlatih dengan 200 %,” tegasnya.

 

Arsene Wenger menerka Bayern Munich meraih Liga Champions karena Barcelona dan Real Madrid sedang tidak cukup baik. Performa Die Roten belum sebaik di musim 2012/2013.
Bayern berhasil meraih gelar Liga Champions musim lalu dengan torehan yang begitu menawan. Mereka selalu meraih kemenangan sejak babak fase grup hingga final.

Julukan Si Kuping Besar ini melengkapi catatan apik Bayern yang juga tampil dominan di kompetisi domestik. Mereka meraih treble winners usai menyandingkan gelar Liga Champions dengan Bundesliga dan DFB Pokal.

Perolehan treble ini mengulangi capaian Die Bavaria di musim 2012/2013

Namun, Wenger tak terlalu terkesan dengan torehan gelar Bayern di musim lalu tersebut.

Penilaian Wenger keberhasilan Bayern merengkuh gelar Liga Champions di musim lalu tak lepas dari merosotnya performa Barcelona dan Real Madrid. Madrid harus tersingkir di babak 16 besar Liga Champions

Sementara, Barcelona dinilai tak dalam kondisi terbaik sehingga mampu dikandaskan Bayern dengan skor 8-2 di perempat final. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan FIFA ini menilai tim Bayern yang merengkuh treble di musim 2012/2013 lebih hebat daripada tim musim lalu.

Penilaian Wenger

“Saya tidak bermaksud meremehkan performa tim saat ini. Bayern saat ini adalah tim terbaik di Eropa. Tapi itu juga karena tidak ada tim besar lainnya. Barcelona lemah. Real Madrid lemah,” ujar Wenger dikutip dari Der Spiegel.

“Philipp Lahm, Franck Ribery, Arjen Robben, Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos. Mereka memiliki kualitas terbaik di setiap posisi. Tim saat ini masih bisa berkembang.”

“Mungkin mereka akan bakal mencapai level teratas seperti tim di tahun 2013. Namun mereka belum sebaik itu saat ini,” jelas mantan manajer Arsenal tersebut.

Zlatan Ibrahimovic, penyerangnya AC Milan positif virus Corona. Apa tanggapan kawan-kawan segrupnya?

Zlatan Ibrahimovic positif virus Corona. Dianya akan lakukan karantina mandiri serta dilihat kesehatannya dengan cara periodik oleh faksi club AC Milan.

Karena itu dinyatakan, Ibrahimovic tidak dapat berlatih bersama-sama teamnya serta kemungkinan mangkir pertandingan-pertandingan.

Awalnya, bek AC Milan Leo Duarte, Direktur Tehnik Club sekaligus juga kegendanya Paolo Maldini positif virus Corona. Memang, angka positif virus Corona masih lumayan tinggi di Italia.

Namanya Zlatan Ibrahimovic, yang menyukai bercanda, ia juga berkicau di Twitter dengan katakan berani-beraninya Covid-19 menggempurku.

Bek tengah AC Milan, Simon Kjaer diberi pertanyaan gagasannya mengenai Zlatan Ibrahimovic yang positif Corona. Ia juga akui tidak terkejut.

“Dunia yang kita tinggali sedang semacam ini kondisinya,” tuturnya seperti dikutip dari DAZN.

Dianya memberikan tambahan, faksi club juga terus lakukan prosedur kesehatan tiap hari. Beberapa pemain hanya tinggal konsentrasi saja untuk berlaga.

 

 

 

“Silahkan pikir laga serta terus mengambil langkah maju,” tuturnya.

AC Milan sendiri baru menuai kemenangan atas team dari Norwegia, Bodo/Glimt diperputaran ke-3 kwalifikasi Liga Europa, Jumat (25/9/2020) pagi hari WIB. Mereka menang dengan score 3-2.

Setelah itu di minggu ke-2 Liga Italia, AC Milan akan bertamu ke kandangnya team promo, Crotone pada Minggu (27/9) malam WIB. Tanpa ada Ibra yang telah cetak 2 gol selama ini di liga, dapatkah Rossoneri masih tajam membobol gawang musuh?