Susah, Mandalika Belum Jadi, Rider Indonesia Latihan di Eropa

Posted on

Kurangnya sarana circuit di Indonesia membuat rider profesional kesusahan meningkatkan kekuatannya. Circuit balap yang wajar jadi keperluan buat rider untuk tingkatkan bagian latihan.
Situasi semacam itu jadi alasan Yamaha kirim pembalapnya Galang Hendra Pratama untuk latihan di Eropa. Seperti disebutkan GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) M. Abidin, Galang diinginkan dapat tinggal di Eropa untuk mempertajam kekuatannya di circuit yang wajar.

Simak juga: Ini Design Circuit MotoGP Mandalika

“Jadi jika Galang dapat tinggal 1/2 musim di Eropa. Contoh sampai 4-5 seri ia full berada di Eropa, hingga ia dapat meluangkan latihan di circuit, baik circuit di Italia atau Spanyol. Hanya itu yang dapat dilaksanakan, sebab kita tidak kemungkinan tunggu circuit (Mandalika-red) jadi kapan,” lanjut Abidin.”Sebagai PR rider Indonesia ialah jam terbang untuk latihan. Pertama ingin latihan, circuitnya tidak ada. Kalaulah circuitnya ada, motornya tidak dapat di-push optimal, sebab beberapa trek tidak dapat rolling speed serta semua jenis. Serta itu jadi PR paling besar rider Indonesia,” katakan Abidin, di Tangerang baru saja ini.

 

 

Untuk info, Galang akan mengawali set baru perjalanan karier balapnya di panggung dunia dengan tampil pertama di World Supersport Championship (WorldSSP).

Masuk dengan bLU cRU Yamaha WorldSSP by MS Tim, rider muda asal Yogyakarta itu akan menggeber All New Yamaha YZF-R6

pada 13 seri balapan musim 2020. Kemampuan serta bakatnya akan dites di pertandingan yang makin seru ini sesudah jalani balap dua musim penuh di World Supersport 300 (WSSP300).

Mengenai untuk Circuit Mandalika di Lombok masih juga dalam proses pembuatan untuk menyongsong MotoGP Indonesia 2021. Disebutkan

Direktur Penting Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer,

perkembangan pembangunan Circuit MotoGP di Mandalika keseluruhannya perkembangan pembangunan capai 20%. Sesaat, perkembangan pembuatan tempat telah 40%.

“Perkembangan 20% overall, 40% ground work,” tuturnya di Komisi VI Jakarta, seperti diambil dari detikFinance, Selasa (4/2/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *